Makalah Budaya kebersihan Repretansi Perilaku Individu

Mata Kuliah  :  Ilmu Budaya Dasar
Dosen : Muhammad Burhan Amin

Topik Makalah
Budaya Bersih Reprensentasi Perilaku Individu
Kelas  :  1-IA25
Tanggal Penyerahan Makalah : 01 April 2016
Tanggal Upload Makalah  :  02 April 2016

P E R N Y A T A A N

Dengan ini saya menyatakan bahwa seluruh pekerjaan dalam penyusunan makalah ini saya buat sendiri tanpa meniru atau mengutip dari tim / pihak lain.
Apabila terbukti tidak benar, saya siap menerima konsekuensi untuk mendapat nilai 1/100 untuk mata kuliah ini.

P e n y u s u n


N P M
Nama Lengkap
Tanda Tangan
57415313
Yudha Satria Gunawan



Program Sarjana Teknik Informatika

UNIVERSITAS GUNADARMA






KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan taufik hidayah, serta kekuatan sehingga  dapat menyelesaikan Tugas Makalah  yang berjudul ‘ Budaya Bersih Represtansi Perilaku Individu ’  sesuai dengan tugas yang diberikan dalam mata pelajaran Ilmu Budaya Dasar.
Karya tulis ini di susun secara rinci dan terdapat pada sumber-sumber yang dapat dipercaya. Karya tulis ini juga disampaikan agar setiap masyarakat bisa menjaga lingkungan dan tidak menyebabkan sarang penyakit. Karya tulis ini di kembangkan sedemikian rupa agar pembaca bisa memahami maksud dari karya tulis ini.
Dalam penyusunan laporan ini saya mendapat bimbingan dan bantuan dari berbagai pihak maka dalam kesempatan ini penulis ingin menyampaikan ucapan terimakasih kepada :
1.      Orang tua serta keluarga yang selalu mendoakan dan memberikan motivasi tiada hentinya.
2.      Bapak Dosen Muhammad Burhan Amien yang telah memberikan ilmunya serta membimbing kami sebagai mahasiswa/i.
3.      Seluruh mahasiswa/i jurusan Teknik Informatika khususnya rekan-rekan kelas 1IA25 yang telah membantu dan memberikan saran
4.    Kepada sumber-sumber yang telah membantu penyusun dalam pembuatan makalah tentang Budaya Kebersihan.
Penyusun menyadari dalam pembuatan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, dengan rendah hati, penyusun harapkan kritik dan saran yang membangun  demi kesempurnaan makalah ini. Kritik dan saran kesempurnaan karya tulis ini sangat kami harapkan dan kami terima dengan ikhlas.Akhirnya,  harapan penyusun mudah – mudahan makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua, khususnya bagi penyusun dan umumnya bagi pihak yang terkait.


Penyusun




DAFTAR ISI
                                                                                                                                                     PERNYATAAN ….……………………………………………… i
KATA PENGANTAR …………………………….……………... ii
DAFTAR ISI ……………………………………………………. iii

BAB  I     PENDAHULUAN
                1.1 Latar Belakang …………..…………....………........ 1
                1.2 Tujuan …………………………………................... 2
                1.3 Sasaran ………...……………………….................. 3
                
BAB  II     PERMASALAHAN
                2.1 Kekuatan (Strength) ………..……………………..... 4
                2.2 Kelemahan (Weaknees) ……………………...…….. 4
                2.3 Peluang (Opportunity) ………………….................... 4
                2.4 Tantangan/Hambatan (Threats) …………..................... 4

BAB III    KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
                3.1 Kesimpulan ……...………………………..…………. 5
                3.2 Rekomendasi …….....………………………...……... 5

REFERENSI ……………………………………………………... 6
 
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Kebersihan pangkal kesehatan, Kata-kata ini sudah tidak asing lagi bagi kita. Di suatu lingkungan di tempat umum seringkali mengalami permasalah tentang kebersihan. Hal ini disebabkan oleh para masyarakat yang membuang sampah sembarangan. Motivasi penyusun mengangkat tema ini karena sangat kurang sekali kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempat sampah atau tong sampah yang telah disediakan. Walaupun sudah tiap hari diingatkan atau dinasehati namun sampah tetap saja berserakan di halaman maupun di  jalanan.
 Pemberian hukuman dan sanksi-sanksi tidak membuahkan hasil yang memuaskan. Pemberian hukuman hukuman dan sangsi-sangsi tersebut tidak memberikan pengaruh yang berarti.Seringkali kita mendengar slogan-slogan di berbagai tempat, yang isinya mengajak kita untuk menjaga kebersihan lingkungan. Banyak slogan yang mengajak kita untuk menjaga kebersihan, tapi apa kenyataannya?
Masih banyak masyarakat yang membuang sampah sembarangan, Budaya membuang sampah di sungai dan selokan, menyebabkan lingkungan yang bersih sulit dicapai. Namun, untuk mengubah kebiasaan tersebut pun bukan hal yang mudah dilakukan. Keterbatasan lahan untuk membuat tempat sampah, menjadi alasan masyarakat kota untuk membuang sampah secara sembarangan.Karena itulah, wajarjika upaya melalui budaya hidup bersih dan sehat belum juga maksimal dilakukan secara serentak di seluruh wilayah.
Karenanya, kerjasama pemerintah dengan masyarakat harus terjalin dengan baik agar tempat pembuangan sampah serta upaya memunculkan kesadaran hidup bersih dan sehat terealisasi secara maksimal.Pemerintah tidak dapat hanya sebatas menghimbau mengenai kebersihan lingkungan itu penting. Tapi, peran pemerintah lebih dari itu. Mulai dari memberikan contoh, langsung terjun ke lingkungan masyarakat melalui sosialisasi hidup bersih dan tindakan nyata penyediaan area pembuangan sampah, aturan tentang kebersihan dan sebagainya.
Selain itu, ulasan ini pun juga akan membantu memberikan gambaran mengenai beberapa langkah untuk menciptakan lingkungan dengan kebersihan yang terjaga. Cara ini termasuk cara yang mudah untuk dilakukan secara bersama antara individu, masyarakat hingga pemerintah.

1.2  Tujuan
Lingkungan bersih merupakan dambaan semua orang. Namun tidak mudah untuk menciptakan lingkungan kita bisa terlihat bersih dan rapi sehingga nyaman untuk dilihat. Tentu saja lingkungan dalam kondisi bersih serta sehat akan membuat para penghuninya nyaman dan kesehatan tubuhnya terjaga dengan baik. Kesehatan tubuh manusia berada pada posisi paling vital.
Alasannya tentulah mengarah pada Lingkungan yang bersih akan menjauhkan sumber-sumber penyakit untuk berkembang di sekitar kita. Hal ini tentu berkaitan dengan kesehatan. Selain itu, dengan lingkungan yang bersih pula, kita akan merasa nyaman dan betah untuk berada di rumah. Sebenarnya bukan hanya terbatas pada lingkungan rumah, tapi juga lingkungan sekitar tempatnya berada. Rumah memang menjadi bagian paling dekat dari kehidupan manusia. Jadi, sudah selayaknya menjaga kebersihan serta kesehatan lingkungan rumah menjadi tanggungjawab masing-masing individu.
Meski faktor lain di luar lingkungan rumah juga mempengaruhi kondisi kebersihan maupun kesehatan tubuh, tapi lingkungan rumah termasuk paling inti dan pertama harus dijaga lebih dulu.Lingkungan dengan kondisi bersih yang bebas dari timbunan sampah,juga akan terhindar dari bencana seperti banjir pada musim hujan. Salah satu penyebab banjir di berbagai wilayah adalah karena banyaknya sampah yang berserakan sehingga menghambat aliran air.
Oleh karena itu, menjadikan sampah dalam kondisi berserakan bahkan tertimbun tidak baik. Upaya untuk menanggulangi sampah seperti dibersihkan ataupun di daur ulang bagi bahan yang dapat didaur ulang, maka hal itu dapat dicoba untuk dilakukan secara kontinyu.Upaya yang lain pun dapat dilakukan, tentu dengan kerjasama yang baik antara semua pihak.
Bukan hanya terbatas pada individu tapi juga pada masyarakat serta ketegasan pemerintah diikuti kepedulian yang tinggi terhadap masalah sampah. Hal itu dapat diupayakan penanggulangannya dengan mengajak seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali dia pejabat pemerintah ataukah tidak, semua dimunculkan kesadarannya untuk hidup sehat dan bersih.

1.3  Sasaran
Penciptaan lingkungan yang bersih adalah tanggung jawab semua orang termasuk di dalamnya pemerintah melalui kebijakan dan realisasi tindakan nyatanya. Proses dan langkah nyata inilah yang menjadi focus perhatian kita. Selain itu, tujuannya juga merupakan sebuah kesadaran dan kebutuhan semua orang. Ada beberapa langkah yang harus dilakukan untuk menciptakan lingkungan yang bersih. Langkah-langkah tersebut di antaranya adalah:
  1. Memberikan kesadaran tentang arti penting lingkungan yang bersih kepada masyarakat, terutama pada anak-anak agar kesadaran tersebut bisa tumbuh sejak usia dini. Membiasakan hidup bersih sejak usia anak-anak tentu lebih membuahkan hasil yang luar biasa daripada pembiasaan diri pada usia setelahnya. Alasannya tentu saja berkaitan dengan kesadaran yang berhasil muncul melalui kebiasaan. Mereka diberi contoh dan pemahaman akan pentingnya kebersihan, maka hal itu akan menancap dan dilakukan dengan maksimal dan sebaik mungkin dalam kehidupannya.
  2. Buatlah tempat sampah yang memisahkan antara sampah organik dan non organik. Hal ini penting dilakukan agar memudahkan upaya untuk menanggulangi timbunan sampah. .Jika sampah organik berhasil dipisahkan, maka akan mudah untuk merencanakan langkah positif terhadap sampah. Atau juga bagaimana cara untuk mendaur ulang sampah agar masih dapat untuk dipergunakan kembali.
  3. Buatlah jadwal rutin untuk melakuan aktivitas pembersihan lingkungan secara terjadwal. Melalui jadwal, maka kita akan membiasakan diri disiplin menjaga kebersihan lingkungan. Tidak masalah meski ada kendala di tengah pelaksanaannya. Tapi hal penting adalah keseriusan dan keberlanjutan hidup bersih serta sehat Kita tak akan mendapatkan atau merasakan manfaat dari lingkungan yang bersih tanpa adanya kemauan dari diri kita sendiri untuk melakukan pembersihan lingkungan. Dan hal ini seharusnya dijadikan sebagai sebuah kebiasaan hidup.
Inilah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menciptakan lingkungan bersih di sekitar kita. Dengan lingkungan yang bersih maka akan banyak manfaat yang akan dirasakan oleh hidup kita.

BAB 2
PERMASALAHAN
Analisis permasalahan Budaya Bersih Representasi Perilaku Individu dengan memperhatikan dan mempertimbangkan  kondisi lingkungan internal maupun eksternal dilihat dari aspek :
2.1  Kekuatan (Strength)


           a  Terhindar dari penyakit.

           b.      Mendapatkan kehidupan dan interaksi sosial yang baik.
           c.       Merasa damai, dan nyaman.
           d.      Dapat bekerja secara maksimal serta meningkatkan kinerja.

2.2  Kelemahan (Weakness)
            a.       Masih banyak masyarakat yang kurang peduli terhadap lingkungan.
            b.      Masih banyak masyarakat yang menganggap tumpukan sebagai tempat sampah.
            c.       Telatnya memberikan kesadaran untuk hidup bersih kepada anak-anak.
            d.      Masih kurangnya proses dan langkah nyata dalam hidup bersih

2.3  Peluang (Opportunity)
a.    Dengan hidup bersih maka kita akan selalu tampil lebih rapi dan percaya diri.
b.    Menimbulkan rasa kepedulian masyarakat terhadap hidup budaya bersih.
c.    Akan menciptakan Budaya kerapihan dan Kebersihan di lingkungan masyarakat agar terlihat lebih asri dan indah.
d.   Lingkungan yang rapih dan berih, tentunya sebagai pencitraan yang baik di lingkungan masyarakat.

2.4  Tantangan/Hambatan (Threats)
             a.       Kurangnya kepedulian masyarakat terhadap kebersihan sekitar.
             b.      Kurangnya rasa displin, karena sering membuang sampah sembarangan
             c.      Kurang nya kerja sama antara individu,masyrakat dan pemerintah dalam upaya hidup budaya bersih.
    d. Masih ada masyarakat yang merusak fasilitas umum, seprti mencoret-coret tembok di pinggir jalan,merusak tanaman dsb sehingga menyebabkan lingkungan terlihat tak terawat.

BAB III
 KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
3.1 Kesimpulan
a. Untuk menciptakan lingkungan kita rapi dan bersih sehingga nyaman untuk dilihat.
b. Lingkungan yang bersih akan menjauhkan kita dari berbagai macam penyakit.
c.Tentu saja lingkungan dalam kondisi bersih serta sehat akan membuat para penghuninya nyaman dan kesehatan tubuhnya terjaga dengan baik.
d. lingkungan yang bersih pula, kita akan merasa nyaman dan betah untuk berada di rumah maupun di tempat umum.

3.2 Rekomendasi
a.    Terhindar dari penyakit. Hidup sehat juga membuat anda terhindar dari berbagai macam pernyakit. Orang yang melakukan gaya hidup sehat yang baik dan benar akan jarang terkena penyakit, karena daya tahan tubuhnya tinggi.
b.    Telatnya memberikan kesadaran untuk hidup bersih kepada anak-anak. Memberikan kesadaran tentang arti penting lingkungan yang bersih kepada masyarakat, terutama pada anak-anak agar kesadaran tersebut bisa tumbuh sejak usia dini.
c.    Akan menciptakan Budaya kerapihan dan Kebersihan di lingkungan masyarakat agar terlihat lebih asri dan indah. Lingkungan bersih merupakan dambaan semua orang. Namun tidak mudah untuk menciptakan lingkungan kita bisa terlihat bersih dan rapi sehingga nyaman untuk dilihat.
d.   Kurangnya rasa displin, karena sering membuang sampah sembarangan. Budaya membuang sampah di sungai dan selokan, menyebabkan lingkungan yang bersih sulit dicapai.


Referensi :

            1.      http://fahmiamier13.blogspot.co.id/2013/10/karya-ilmiah-bindonesia-budaya.html
           2.      http://www.anneahira.com/lingkungan-bersih.htm
           3.      http://rudiberbagiilmu.blogspot.co.id/2015/11/makalah-perode-2-analisis-swot-budaya.html



EmoticonEmoticon